Pada Boku no Hero Academia chapter yang lalu terlihat Machia sudah masuk ke medan temput. Dia bertarung melawan tuannya bersama para pahlawan lain seperti Mt Lady. Machia yang merupakan bawahan setia AFO teringat akan apa yang tuannya lakukan dulu dan merasa dirinya dikhianati. Disisi lain, para jurnalis dari seluruh negeri berangkat mempertaruhkan nyawa untuk meliput perjuangan para pahlawan. Ini mereka lakukan karena sebelumnya merasa bersalah terlalu memojokan para pahlawan. Bagaimana kelanjutannya? Yuk masuk kepembahasannya.
Pertarungan Semakin Runyam
AFO yang terpojok terus menerus diberondong serangan oleh para pahlawan. Mt Lady dengan wujud raksasa terus melancarkan serangan. Begitu juga dengan Takoyami dengan Dark Shadownya yang berubah sangat kuat. Walaupun dengan kondisi seperti itu, AFO dapat menyerang balik Mt Lady dan juga membuat jatuh Machia. Wujudnya yang terlihat hanya tersisa tulang dan otot tetap terasa menakutkan. AFO masih sangat kuat. Dengan wujud yang bahkan tak menyerupai manusia itu dia melancarkan serangan cahaya superkuat yang berhasil menghapuskan keberadaan dark shadow.

AFO bergerak ingin mengambil quirk yang merepotkan dirinya yaitu Dark Shadow. Namun Hawks yang masih ada disana berusaha menahannya. Walaupun dengan lukanya yang parah dia berusaha menghentikan AFO dengan menusuknya. AFO bahkan tak bereaksi, karena serangan itu sangat tak berarti. Bahkan dengan kondisi quirk yang menyedihkan itu, Hawks masih bisa memberika perlawanan. AFO akhirnya memutuskan untuk mencuri quirk Hawks. Kejadian tak berbeda di tempat lain. Pengungsian mulai panik karena benteng tak bergerak. Ditambah banyak mata-mata dan antek AFO yang menyabotase dari dalam. Namun kehadiran satu dua pahlawan yang masih punya harapan sementara mampu menyelamatkan situasi. Ditambah kehadiran Stain yang mengintai sepertinya akan menjadi plot menarik di cerita selanjutnya.

Yosh minnaaa berakhir sudah pembahasan chapter ini. Masih tidak berkurang bau-bau kemenangan AFO. Dia terlalu overpower dan rasanya mustahil untuk mengalahkannya. Takoyami udah terkapar, Hawks sudah babak belur dan quirknya dicuri. Sepertinya sudah tidak ada yang bisa mengalahkan AFO di pertempuran itu. Disisi lain, di tempat berbeda pun sama kacaunya. Antek-antek AFO juga sangat menyusahkan namun kehadiran Stain yang mengawasi sepertinya akan membawa dampak pada pertarungan nantinya.
Bagaimana menurut kalian? Apakah ada peluang mengalahkan AFO? Gimana nasib Hawks dan Takoyami nantinya? Dan apakah Stain akan mengambil peranan penting? Kita tunggu aja pembahasannya di chapter berikutnya.
Silahkan tulis pendapat dan komentar kalian tentang chapter ini di kolom Komentar. Jika kalian suka sama review mimin kasih bintang 5 ke review ini yaa

























